Active - Passive
Past Perfect tense
* Pengertian pas perfect tense
Past perfect tense adalah bentuk kata kerja yang menyatakan bahwa suatu kondisi telah selesai sebelum kondisi selanjutnya terjadi
Rumus kalimat active past perfect tense:
(+) S + Had + participle (V3)
(-) S + Had + Not + Participle (V3)
(?) Had + S + Participle (V3)
Rumus kalimat passive past perfect tense:
(+) Had + been + participle (V3) + S
(-) Had + Not + been + participle (V3) + S
(?) Had + S + been + participle (V3)
Contoh kalimat active - passive:
Active:
Posstive:
(+) They had cheated you when the final examination
(+) He had loved her for a long time
(+) Danny had given us a lot of money
(+) She had read the newspaper when he come
Negative:
(-) They hadn't cheated you when the final examination
(-) He hadn't loved her for a long time
(-) Danny hadn't given us a lot of money
(-) She hadn't read the newspaper when he come
Introgative:
(?) Had they cheated you when the final examination?
(?) Had he loved her for a long time?
(?) Had danny given us a lot of money?
(?) Had she read the newspaper when he come?
Passive :
(+) You had been cheated by them when the final examination
(+) She had been loved by him for a long time
(+) We had been given by him a lot of money
(+) The newspaper had been read by her when he come
Negative:
(-) You hadn't been cheated by them when the final examination
(-) She hadn't been loved by him for a long time
(-)We hadn't been given by him a lot of money
(-) The newspaper hadn't been read by her when he come
Introgative:
(?) Had they been cheated you when the final examination?
(?) Had he been loved her for a long time?
(?) Had danny been given us a lot of money?
(?) Had she been read the newspaper when he come?
Sabtu, 15 April 2017
Senin, 20 Maret 2017
DETERMINERS AND THE MOST INTERESTING EVENTS
Determiners : Possessive Words
Possessive determiners is a sub-class of determiners which modify a noun by attributing possession. Possesive determiners is other sense of belonging to someone or something.
In English include possessive forms of the personal pronouns, namely: my, your,his, her, its, our and their, but excluding those forms such as mine, yours, hers, ours, andtheirs that are used as possessive pronouns but not as determiners. Possessive determiners can also be taken to include possessive forms made from nouns, from other pronouns, and from noun phrases, such as John's, the girl's, somebody's, the king of Spain's, when used to modify a following noun.
For example, my bycicle implies the by cycle that belongs to me/is used by me.
Possessive determiners can be modified with an adverb, as adjectives, although not as freely or as commonly as is the case with adjectives.
Example :
Do you like my new book?
Please wash your hands.
His bus leaves in an hour.
The Most Interesting Event
Holiday Trip to Yogyakarta
I went to Yogyakarta with my parents when i was in senior high school. We went to Yogya participated in reunion of junior high school my father. At that moment, i was very excited however i also feel bored because i couldn't find friends of the same age.
Possessive determiners is a sub-class of determiners which modify a noun by attributing possession. Possesive determiners is other sense of belonging to someone or something.
In English include possessive forms of the personal pronouns, namely: my, your,his, her, its, our and their, but excluding those forms such as mine, yours, hers, ours, andtheirs that are used as possessive pronouns but not as determiners. Possessive determiners can also be taken to include possessive forms made from nouns, from other pronouns, and from noun phrases, such as John's, the girl's, somebody's, the king of Spain's, when used to modify a following noun.
For example, my bycicle implies the by cycle that belongs to me/is used by me.
Possessive determiners can be modified with an adverb, as adjectives, although not as freely or as commonly as is the case with adjectives.
Example :
Do you like my new book?
Please wash your hands.
His bus leaves in an hour.
The Most Interesting Event
Holiday Trip to Yogyakarta
I went to Yogyakarta with my parents when i was in senior high school. We went to Yogya participated in reunion of junior high school my father. At that moment, i was very excited however i also feel bored because i couldn't find friends of the same age.
Rabu, 18 Januari 2017
Akuntansi Untuk Piutang
Pengertian Piutang
Piutang merupakan jumlah yang dapat ditagih dari seseorang atau perusahaan lain. Piutang digolongkan menjadi tiga jenis yaitu : piutang usaha, wesel tagih, dan piutang lain-lain.
Penilaian Piutang Usaha
Setelah tercatat, piutang akan dilaporkan sebagai bagian dari aset di neraca. Tetapi, menentukan nilai yang akan dilaporkan kadang menjadi hal sulit karena sebagian piutang tidak dapat tertagih. Perlakuan piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan metode :
1. Metode penghapusan langsung
Metode yang dapat diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menaksirkan kerugian piutang usaha dengan tepat.
2. Metode Cadangan
Penerapan metode ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
- Akun- akun customer yang tidak dapat tertagih.
- Estimasi piutang tak tertagih.
Penghapusan Piutang Usaha
Saat kondisi normal, piutang akan ditagih untuk memperoleh uang tunai dan dihapuskan dari buku. Namun, saat ini perusahaan sering menjual piutang mereka kepada perusahaan lain untuk mendapatkan uang tunai, sehingga kas bertambah.
Piutang dijual untuk dua alasan utama, yaitu :
1. Menjadi satu-satunya kemungkinan untuk memperoleh kas.
2. Bahwa aktivitas penagihan dan perolehan sering kali menghabiskan waktu dan biaya.
Penjualan Piutang
Penjualan piutang berupa penjualan kepada seluruh factor yang merupakan perusahaan jasa keuangan atau bank yang membeli piutang dari pengusaha dan menagih pembayaran langsung dari pihak pelanggan.
Wesel Tagih
1. Penilaian Piutang Wesel
- Penilaian piutang wesel = penilaian piutang dagang
- Pitang wesel selalu di debit atau di kredit sebesar nilai nominalnya
- Rekening cadangan untuk piutang wesel adalah rekening Cadangan Kerugian Piutang
- Jumlah piutang wesel yang tidak dapat diterima pelunasannya dapat ditaksir menggunakan metode persentase dari penjualan atau metode umur piutang.
2. Pengalihan Pitang Wesel
- Surat wesel dapat dialihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain
- Dapat dijual untuk mendapat kas
- Penjualan sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wesel
- Pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil dari nilai jatuh wesel yang bersangkutan.
Wesel Tagih Terbayar
Wesel dinyatakan terbayar jika dibayar oleh pembuat wesel secara penuh pada tanggal jatuh tempo.
Wesel Tagih Gagal Bayar
Wesel tagih gagal bayar adalah yang tidak dibayar secara penuh pada saat jatuh tempo dan sudah tidak dapat dinegosiasikan lagi.
Piutang merupakan jumlah yang dapat ditagih dari seseorang atau perusahaan lain. Piutang digolongkan menjadi tiga jenis yaitu : piutang usaha, wesel tagih, dan piutang lain-lain.
Penilaian Piutang Usaha
Setelah tercatat, piutang akan dilaporkan sebagai bagian dari aset di neraca. Tetapi, menentukan nilai yang akan dilaporkan kadang menjadi hal sulit karena sebagian piutang tidak dapat tertagih. Perlakuan piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan metode :
1. Metode penghapusan langsung
Metode yang dapat diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menaksirkan kerugian piutang usaha dengan tepat.
2. Metode Cadangan
Penerapan metode ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
- Akun- akun customer yang tidak dapat tertagih.
- Estimasi piutang tak tertagih.
Penghapusan Piutang Usaha
Saat kondisi normal, piutang akan ditagih untuk memperoleh uang tunai dan dihapuskan dari buku. Namun, saat ini perusahaan sering menjual piutang mereka kepada perusahaan lain untuk mendapatkan uang tunai, sehingga kas bertambah.
Piutang dijual untuk dua alasan utama, yaitu :
1. Menjadi satu-satunya kemungkinan untuk memperoleh kas.
2. Bahwa aktivitas penagihan dan perolehan sering kali menghabiskan waktu dan biaya.
Penjualan Piutang
Penjualan piutang berupa penjualan kepada seluruh factor yang merupakan perusahaan jasa keuangan atau bank yang membeli piutang dari pengusaha dan menagih pembayaran langsung dari pihak pelanggan.
Wesel Tagih
1. Penilaian Piutang Wesel
- Penilaian piutang wesel = penilaian piutang dagang
- Pitang wesel selalu di debit atau di kredit sebesar nilai nominalnya
- Rekening cadangan untuk piutang wesel adalah rekening Cadangan Kerugian Piutang
- Jumlah piutang wesel yang tidak dapat diterima pelunasannya dapat ditaksir menggunakan metode persentase dari penjualan atau metode umur piutang.
2. Pengalihan Pitang Wesel
- Surat wesel dapat dialihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain
- Dapat dijual untuk mendapat kas
- Penjualan sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wesel
- Pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil dari nilai jatuh wesel yang bersangkutan.
Wesel Tagih Terbayar
Wesel dinyatakan terbayar jika dibayar oleh pembuat wesel secara penuh pada tanggal jatuh tempo.
Wesel Tagih Gagal Bayar
Wesel tagih gagal bayar adalah yang tidak dibayar secara penuh pada saat jatuh tempo dan sudah tidak dapat dinegosiasikan lagi.
Senin, 16 Januari 2017
Aset Tetap, Sumber Daya Alam dan Aset Tak Berwujud
1. Aset Tetap
Aset tetap merupakan sumber daya yang punya tiga karakteristik, yaitu ada bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, tidak dijual ke konsumen. Aset ini diharap dapat memberi manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan.
Kelompok utama aset tetap :
- Tanah
-Pengembangan tanah
- Bangunan
- Peralatan
Depresiasi
Depresiasi adalah proses alokasi biaya, bukan penilaian aset. Istilah ini digunakan untuk mengalokasi harga perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara rasional dan sistematis.
Faktor-faktor Depresiasi :
1. Harga Perolehan
2. Masa Manfaat
3. Nilai Sisa
Metode Depresiasi :
1. Garis ukur
2. Unit aktivitas
3. Saldo penurunan
2. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam mencakup sumber daya yang diatas tanah dan cadangan dibawah tanah
Harga perolehan sumber daya alam adalah harga yang dibutuhkan untuk memperoleh sumber daya tersebut.
3. Aset Tidak Berwujud
Aset tidak berwujud merupakan hak, keunggulan dan keuntungan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan atas aset jangka panjang dan tidak memiliki bentuk secara fisik. Buktunya berupa perjanjian kontrak atau lisensi.
Aset tetap merupakan sumber daya yang punya tiga karakteristik, yaitu ada bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, tidak dijual ke konsumen. Aset ini diharap dapat memberi manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan.
Kelompok utama aset tetap :
- Tanah
-Pengembangan tanah
- Bangunan
- Peralatan
Depresiasi
Depresiasi adalah proses alokasi biaya, bukan penilaian aset. Istilah ini digunakan untuk mengalokasi harga perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara rasional dan sistematis.
Faktor-faktor Depresiasi :
1. Harga Perolehan
2. Masa Manfaat
3. Nilai Sisa
Metode Depresiasi :
1. Garis ukur
2. Unit aktivitas
3. Saldo penurunan
2. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam mencakup sumber daya yang diatas tanah dan cadangan dibawah tanah
Harga perolehan sumber daya alam adalah harga yang dibutuhkan untuk memperoleh sumber daya tersebut.
3. Aset Tidak Berwujud
Aset tidak berwujud merupakan hak, keunggulan dan keuntungan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan atas aset jangka panjang dan tidak memiliki bentuk secara fisik. Buktunya berupa perjanjian kontrak atau lisensi.
Rabu, 11 Januari 2017
Pengendalian Internal dan Kas
Pengendalian Internal dan Kas
Prosedur serta proses perusahaan untuk melindungi aset perusahaan meliputi semua perencanaan dengan semua metode.
Prinsip :
Membentuk pertanggung jawab, yaitu : manajemen harus bertanggung jawab secara jelas, adanya pemisahan tugas, prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan.
Sistem Impress : Sistem yang mencatat pembentukan kas kecil
Sistem Fluktuasi : Sistem yang mencatat semua transaksi kas kecil yang keluar atau masuk
Macam-macam Kas :
1. Uang Kertas
2. Uang logam
3. Cek
4. Simpanan
5. Rekening tabungan
Prosedur serta proses perusahaan untuk melindungi aset perusahaan meliputi semua perencanaan dengan semua metode.
Prinsip :
Membentuk pertanggung jawab, yaitu : manajemen harus bertanggung jawab secara jelas, adanya pemisahan tugas, prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan.
Sistem Impress : Sistem yang mencatat pembentukan kas kecil
Sistem Fluktuasi : Sistem yang mencatat semua transaksi kas kecil yang keluar atau masuk
Macam-macam Kas :
1. Uang Kertas
2. Uang logam
3. Cek
4. Simpanan
5. Rekening tabungan
Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam organisasi untuk mengolah informasi keuangan yang didapatkan dari eksternal / internal perusahaan.
Sistem Informasi akuntansi memiliki 5 sub, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran
2. Sistem Pendapatan
3. Sistem Produksi
4. Sistem Manajemen Sumber Daya
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan
Karakteristik :
1. Sistem Informasi melaksanakan tugas yang diperlukan
2. Pemakaian pada produsen relatif standar
3. Menangani data yang terperinci
4. Sistem informasi berfokus pada historis
5. Menyediakan informasi untuk memecahkan suatu masalah
Prinsip :
1. Adanya kesepakatan biaya
2. Tingkat kegunaan, informasi harus dapat dimengerti
3. Fleksibilitas, sistem infpormasi harus mengubah sesuai dengan berbagai macam pengguna
Komponen :
a. Manusia
b. Transaksi menjadi objek
c. Prosedur
d. Dokumen
Peranan :
1. Memperbaiki kualitas
2. Meningkatkan efisien
3. Berperan dalam penambilan keputusan
4. Keunggulan kompetitif
Golongan Pemakai
1. Internal : Manajemen, manajemen purchasing, manajemen personal, manajemen finansial
2. Eksternal : Pelanggan, pemasok, penganggung saham, karyawan, isntansi pemerintah
Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
1. Analisis
2. Desain
3. Implentasi (penetapan)
4. Menindaklanjuti
Contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan distribusi
2. Semua tagihan akan diproses dengan cara tertentu
3. Bagi pemasaran untuk mempertimbangkan produk baru perusahaan
4. Memproyeksikan perkiraan biaya dan pendapatan yang diperoleh
Sistem Informasi akuntansi memiliki 5 sub, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran
2. Sistem Pendapatan
3. Sistem Produksi
4. Sistem Manajemen Sumber Daya
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan
Karakteristik :
1. Sistem Informasi melaksanakan tugas yang diperlukan
2. Pemakaian pada produsen relatif standar
3. Menangani data yang terperinci
4. Sistem informasi berfokus pada historis
5. Menyediakan informasi untuk memecahkan suatu masalah
Prinsip :
1. Adanya kesepakatan biaya
2. Tingkat kegunaan, informasi harus dapat dimengerti
3. Fleksibilitas, sistem infpormasi harus mengubah sesuai dengan berbagai macam pengguna
Komponen :
a. Manusia
b. Transaksi menjadi objek
c. Prosedur
d. Dokumen
Peranan :
1. Memperbaiki kualitas
2. Meningkatkan efisien
3. Berperan dalam penambilan keputusan
4. Keunggulan kompetitif
Golongan Pemakai
1. Internal : Manajemen, manajemen purchasing, manajemen personal, manajemen finansial
2. Eksternal : Pelanggan, pemasok, penganggung saham, karyawan, isntansi pemerintah
Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
1. Analisis
2. Desain
3. Implentasi (penetapan)
4. Menindaklanjuti
Contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan distribusi
2. Semua tagihan akan diproses dengan cara tertentu
3. Bagi pemasaran untuk mempertimbangkan produk baru perusahaan
4. Memproyeksikan perkiraan biaya dan pendapatan yang diperoleh
Kamis, 22 Desember 2016
Manusia dan Harapan
“MANUSIA DAN HARAPAN”
DISUSUN OLEH:
TRIHARIN MULYO
SUNDARI SUNDARYO
(17216444)
KELAS: 1EA22
TAHUN PELAJARAN 2016/2017
Manusia dan Harapan
Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial. Setiap lahir ke
dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu
keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ditengah-tengah manusia itulah,
seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/
spiritualnya.
A.
Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu
terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan
demikian, harapan menyangkut masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan.
Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan
kemampuan masing-masing.
Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri
sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berhasil atau tidaknya
suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Karena usaha
dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.
Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau
kebutuhan manusia itu ialah :
a) Kelangsungan hidup (survival)
b) Keamanan (safety)
c) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be
loving and love)
d) Diakui lingkungan (status)
e) Perwujudan cita-cita (self actualization)
B.
Sebab-Sebab Manusia Mempunyai Harapan
a) Dorongan Kodrat
Kodrat
ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri
manusia sejak manusia diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan
manusia mempunyai keinginan atau harapan.
b) Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan
hidup manusia secara garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani
dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmanial misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah,
ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.
Untuk
memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan mansuaia lain. Hal ini
disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik / jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.
Dengan adanya dorongan kodrat dan
dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya
harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
c) Kelangsungan hidup (survival)
Untuk
kelangsungan hidupnya, manusia membutuhkan sandang,pangan, dan papan (tempat
tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.
Sandang,
semula hanya berupa perlindungan /
keamanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Tetapi dalam perkembangan
hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan keamanan, tetapi lebih
cenderung kepada kebutuhan lain.
Papan,
yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. RUmah kebutuhan primer manusia
karena berfungsi sebagai tempat berlindung, dari panas, gelap dan lainnya.
Untuk
mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan itu, maka manusia sejak kecil telah
mulai belajar. Tiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang
diinginkan : pangan, sandang, dan papan yang layak terpenuhi.
d) Keamanan
Setiap
orang membutuhkan keamanan. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan
perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman.
Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh keamanan moril bagi
pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa
Tuhan memberikan perlindungan berartu sudah memberikan keamanan yang
diharapkan.
e) Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap
orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula
kesadaran akan hak dan kewajiban. Bila seseorang telah menginjak dewasa, maka
ia merasa sudah dewasa, sehingga saatnya mempunyai harapan untuk dicintai
dan mencintai.
f) Status
Setiap
manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu
“untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku
dilahirkan”. Dari lirik tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap manusia yang
lahri di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya.
Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara.
Status
itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara
lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram
itu tingkah lakunyabaik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuamua,
namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif.
Alangkah
kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti
orang menguasai hal=k milik nama baik, ingin berprestasi, inginmeningkatkan
harga diri, dan sebagainya.
g) Perwujudan cita-cita
Selanjutnya
manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau
kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakatnya
atau kepandaiannya agar ia diterima atau diaku kehebatannya.
DAFTAR
PUSTAKA
Bab 11, Manusia dan Harapan, Buku Ilmu Budaya Dasar,
karya Widyo Nugroho dan Achman Muchji
Langganan:
Postingan (Atom)
