Jumat, 12 Oktober 2018

Koperasi

1.) Kondisi koperasi di Indonesia pada saat ini
Kondisi koperasi di Indonesia pada saat ini dibilang cukup baik namun belum sesuai dengan yang diharapkan seperti dalam hal sisi fokus bisnis koperasi harus diarahkan pada ciri universalitas kebutuhan yang tinggi seperti jasa keuangan, pelayanan infrastruktur serta pembelian bersama. Dengan otonomi selain peluang untuk memanfaatkan potensi setempat juga terdapat potensi benturan yang harus diselesaikan di tingkat daerah. 

Dalam hal ini konsolidasi potensi keuangan, pengembangan jaringan informasi serta pengembangan pusat inovasi dan teknologi merupakan kebutuhan pendukung untuk kuatnya kehadiran koperasi.

Keadaan koperasi di Indonesia khususnya Koperasi Unit Desa dan Badan Usaha Unit Desa pada umumnya berjalan dengan baik, pendekatan pembinaan dan pengembangan perkoperasian di Indonesia akan dilakukan secara terintegrasikan. Pengembangan BUUD dan KUD yang pembinaannya dilaksanakan secara terintegrasikan tersebut didasarkan kepada kemampuan berkembang Koperasi atas dasar suatu wilayah usaha yang secara potensial dapat berkembang. 

2.) Perbedaan koperasi dan usaha lainnya

Koperasi adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya, yang membuat koperasi dan badan usaha lain berbeda dapat digolongkan sebagai berikut:


1. Dilihat dari segi organisasinya
Koperasi adalah organisasi yang mempunyai kepentingan yang sama bagi para anggotanya. Dalam melaksanakan usahanya, kekuatan tertinggi pada koperasi terletak di tangan anggota, sedangkan dalam badan usaha bukan koperasi, anggotanya terbatas kepada orang yang memiliki modal, dan dalam pelaksanaannya kegiatannya kekuasaan tertinggi berada pada pemilik modal usaha.

2. Dilihat dari segi tujuan usaha 
Koperasi bertujuan untuk memenuhi kebutuhan bagi para anggotanya dengan melayani anggota seadil-adilnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi pada umumnya bertujuan untuk mendapatkan keuntungan.

3. Dilihat dari segi sikap hubungan usaha
Koperasi senantiasa mengadakan koordinasi atau kerja sama antara koperasi satu dan koperasi lainnya, sedangkan badan usaha bukan koperasi sering bersaing satu dengan lainnya.

4. Dilihat dari segi pengelolaan usaha 
Pengelolaan usaha koperasi dilakukan secara terbuka, sedangkan badan usaha bukan koperasi pengelolaan usahanya dilakukan secara tertutup.

x

Jumat, 30 Juni 2017

Softskill 4, Bahasa Inggris 2

Tulisan :
Translate one paragraph bassed on NPM

Bisnis adalah aktivitas manusia yang terkait dengan hal-hal materi. Ini perlu untuk peradaban. Hal ini ditemukan di seluruh masyarakat sampai yang paling sedergana. Bisnis dapat termasuk memproduksi barang : membuat pesawat, membangun bangunan, dan konstruksi kotak kertas adalah contoh dari produksi. Bisa juga menyediakan pembiayaan utuk aktivitasnya. Meminjamkan uang, perdagangan saham dan obligasi, dan menjual polis asuransi terkait untuk pengamanan model untuk aktivitas bisnis. Bentuk lainnya dari bisnis termasuk barang dagang, yang termasuk penjualan produk, penyeduaan berbagai layanan, seperti akuntansi, distribusi dan perbaikan. Bisnis, kemudian, adalah aktivitas dari produksi dan distribusi barang dan jasa.

Tugas :
Direct Indirect Past Simple Tense

Direct speech adalah suatu kalimat yang diucapkan secara langsung oleh pembicara yang dalam penulisannya disertai dengan tanda aphostrof di awal dan akhir kalimatnya sebagaimana teks dialog atau percakapan.

Rumus Direct Speech Past Simple Tense :
(+) S + V2 + o/c
(-) S + Did not + V1 +o/c
(?) Did + S1+ o/c

Contoh Direct Speech Past Simple Tense:

  • He said,"The woman came at seven."


Indirect speech adalah suatu kalimat yang menggambarkan perkataan orang lain atau dirinya sendiri secara tidak langsung (tidak persis seperti yang dikatakan pada saat diucapkan). 

Rumus Indirect Speech Past Perfet Continous :
(+) S + Had + V3
(-) S + Had not + V3
(?) Had + S + V3

Contoh Inirect Speech Past Perfect Continous:

  • He said that the woman had been coming.

Sabtu, 27 Mei 2017

Softskill 3, Bahasa Inggris 2

QUESTION TAG

Question tag adalah pertanyaan pendek yang ditambahkan di akhir pernyataan untuk menanyakan informasi​ atau meminta persetujuan.
Question tag juga merupakan bagian yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari seorang native speaker. Walaupun grammar,pronounciation, dan intonation-nya baik, seseorang dapat mudah dikenali bukan sebagai native speaker jika tidak menggunakan question tag.

Rumus question tag adalah,
Positif tag = Auxiliary Verb + Pronoun
Negatif tag = Auxiliary Verb + Not + Pronoun

Yang dimaksud dengan auxiliary verb ini banyak sekali ya, bisa primary auxiliary verb seperti is, am, are, was, were, do, does, did, done, have, has, had, atau juga bisa berupa modal auxiliary verb seperti can, must, will, shall, may, would, dan sebagainya.

— You love math, don’t you? (Kamu suka matematika kan?)
— You don’t love math, do you? (Kamu tidak suka matematika kan?)



DESCRIBE SOMETHING IN SPECIFIC

I had a diary that I wrote about my daily experiences when I was in junior high school. A pink book with a picture of a cat wearing a red hat. The book is not too thick but not too thin too, and i had wrote until the last pages of the book.

Sabtu, 22 April 2017

Soft Skill 2, Bahasa Inggris 2

How to Make Omelet

Ingredients :
2 Eggs
2 Tbsp. Water
1/8 tsp of salt
Pepper
1 tsp of butter
Cheese and sausages to taste

Directions :
1. Beat eggs,  salt,  pepper,  sausages and water in small bowl until blended. 
2. Heat butter in pan,  tilt pan to coat the bottom. Pour egg mixture,  mixture should set immediately at edges. 
3. Gently push cooked portions from edges toward the centef so that uncooked eggs can reach the hot pan surfaces.
4. When top surface of eggs is thickened and no visible liquid egg remains,  place filling on one side of the omelet and gold omeley in half with turner.
5. With a quick flil of the wrist,  turn pan and invert or slide omelet onto plan. 
6. Sprinkle grated cheese and omelet ready to serve.

Sabtu, 15 April 2017

Soft Skill 2, 1EA22

Active - Passive
Past Perfect tense

* Pengertian pas perfect tense
Past perfect tense adalah bentuk kata kerja yang menyatakan bahwa suatu kondisi telah selesai sebelum kondisi selanjutnya terjadi

Rumus kalimat active past perfect tense:
(+) S + Had + participle (V3)
(-) S + Had + Not + Participle (V3)
(?) Had + S + Participle (V3)

Rumus kalimat passive past perfect tense:
(+) Had + been + participle (V3) + S
(-) Had + Not + been + participle (V3) + S
(?) Had + S + been + participle (V3)

Contoh kalimat active - passive:
Active:
Posstive:
(+) They had cheated you when the final examination
(+) He had loved her for a long time
(+) Danny had given us a lot of money
(+) She had read the newspaper when he come
Negative:
(-) They hadn't cheated you when the final examination
(-) He hadn't loved her for a long time
(-) Danny hadn't given us a lot of money
(-) She hadn't read the newspaper when he come
Introgative:
(?) Had they cheated you when the final examination?
(?) Had he loved her for a long time?
(?) Had danny given us a lot of money?
(?) Had she read the newspaper when he come?

Passive :
(+) You had been cheated by them when the final examination
(+) She had been loved by him for a long time
(+) We had been given by him a lot of money
(+) The newspaper had been read by her when he come
Negative:
(-) You hadn't been cheated by them when the final examination
(-) She hadn't been loved by him for a long time
(-)We hadn't been given by him a lot of money
(-) The newspaper hadn't been read by her when he come
Introgative:
(?) Had they been cheated you when the final examination?
(?) Had he been loved her for a long time?
(?) Had danny been given us a lot of money?
(?) Had she been read the newspaper when he come?

Senin, 20 Maret 2017

DETERMINERS AND THE MOST INTERESTING EVENTS

Determiners : Possessive Words

Possessive determiners is a sub-class of determiners which modify a noun by attributing possession.  Possesive determiners is other sense of belonging to someone or something. 

In English include possessive forms of the personal pronouns, namely: my, your,his, her, its, our and their, but excluding those forms such as mine, yours, hers, ours, andtheirs that are used as possessive pronouns but not as determiners. Possessive determiners can also be taken to include possessive forms made from nouns, from other pronouns,  and from noun phrases, such as John's, the girl's, somebody's, the king of Spain's, when used to modify a following noun.

 For example, my bycicle implies the by cycle that  belongs to me/is used by me. 

Possessive determiners can be modified with an adverb, as adjectives, although not as freely or as commonly as is the case with adjectives.

Example :
Do you like my new book? 
Please wash your hands. 
His bus leaves in an hour. 


The Most Interesting Event

Holiday Trip to Yogyakarta

I went to Yogyakarta with my parents when i was in senior high school. We went to Yogya participated in reunion of junior high school my father. At that moment,  i was very excited however i also feel bored because i couldn't find friends of the same age.

Rabu, 18 Januari 2017

Akuntansi Untuk Piutang

Pengertian Piutang
Piutang merupakan jumlah yang dapat ditagih dari seseorang atau perusahaan lain. Piutang digolongkan menjadi tiga jenis yaitu : piutang usaha, wesel tagih, dan piutang lain-lain.

Penilaian Piutang Usaha
Setelah tercatat, piutang akan dilaporkan sebagai bagian dari aset di neraca. Tetapi, menentukan nilai yang akan dilaporkan kadang menjadi hal sulit karena sebagian piutang tidak dapat tertagih. Perlakuan piutang tak tertagih dapat dilakukan dengan metode :
1. Metode penghapusan langsung
Metode yang dapat diterapkan pada perusahaan yang tidak dapat menaksirkan kerugian piutang usaha dengan tepat.
2. Metode Cadangan
Penerapan metode ini dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :
- Akun- akun customer yang tidak dapat tertagih.
- Estimasi piutang tak tertagih.

Penghapusan Piutang Usaha
Saat kondisi normal, piutang akan ditagih untuk memperoleh uang tunai dan dihapuskan dari buku. Namun, saat ini perusahaan sering menjual piutang mereka kepada perusahaan lain untuk mendapatkan uang tunai, sehingga kas bertambah.
Piutang dijual untuk dua alasan utama, yaitu :
1. Menjadi satu-satunya kemungkinan untuk memperoleh kas.
2. Bahwa aktivitas penagihan dan perolehan sering kali menghabiskan waktu dan biaya.

Penjualan Piutang
Penjualan piutang berupa penjualan kepada seluruh factor yang merupakan perusahaan jasa keuangan atau bank yang membeli piutang dari pengusaha dan menagih pembayaran langsung dari pihak pelanggan.

Wesel Tagih
1. Penilaian Piutang Wesel
- Penilaian piutang wesel = penilaian piutang dagang
- Pitang wesel selalu di debit atau di kredit sebesar nilai nominalnya
- Rekening cadangan untuk piutang wesel adalah rekening Cadangan Kerugian Piutang
- Jumlah piutang wesel yang tidak dapat diterima pelunasannya dapat ditaksir menggunakan metode persentase dari penjualan atau metode umur piutang.

2. Pengalihan Pitang Wesel
- Surat wesel dapat dialihkan dari suatu perusahaan atau seseorang kepada perusahaan atau orang lain
- Dapat dijual untuk mendapat kas
- Penjualan sebelum tanggal jatuhnya disebut pendiskontoan piutang wesel
- Pemegang wesel akan menerima pembayaran yang jumlahnya lebih kecil dari nilai jatuh wesel yang bersangkutan.

Wesel Tagih Terbayar
Wesel dinyatakan terbayar jika dibayar oleh pembuat wesel secara penuh pada tanggal jatuh tempo.

Wesel Tagih Gagal Bayar
Wesel tagih gagal bayar adalah yang tidak dibayar secara penuh pada saat jatuh tempo dan sudah tidak dapat dinegosiasikan lagi.

Senin, 16 Januari 2017

Aset Tetap, Sumber Daya Alam dan Aset Tak Berwujud

1. Aset Tetap 
Aset tetap merupakan sumber daya yang punya tiga karakteristik, yaitu ada bentuk fisik, digunakan dalam kegiatan operasional, tidak dijual ke konsumen. Aset ini diharap dapat memberi manfaat lebih dari satu tahun bagi perusahaan.

Kelompok utama aset tetap :
- Tanah
-Pengembangan tanah
- Bangunan
- Peralatan

Depresiasi
Depresiasi adalah proses alokasi biaya, bukan penilaian aset. Istilah ini digunakan untuk mengalokasi harga perolehan aset tetap menjadi beban selama masa manfaatnya dengan cara rasional dan sistematis.

Faktor-faktor Depresiasi :
1. Harga Perolehan
2. Masa Manfaat
3. Nilai Sisa

Metode Depresiasi :
1. Garis ukur
2. Unit aktivitas
3. Saldo penurunan

2. Sumber Daya Alam
Sumber daya alam mencakup sumber daya yang diatas tanah dan cadangan dibawah tanah
Harga perolehan sumber daya alam adalah harga yang dibutuhkan untuk memperoleh sumber daya tersebut.

3. Aset Tidak Berwujud
Aset tidak berwujud merupakan hak, keunggulan dan keuntungan kompetitif yang dihasilkan dari kepemilikan atas aset jangka panjang dan tidak memiliki bentuk secara fisik. Buktunya berupa perjanjian kontrak atau lisensi.

Rabu, 11 Januari 2017

Pengendalian Internal dan Kas

Pengendalian Internal dan Kas
Prosedur serta proses perusahaan untuk melindungi aset perusahaan meliputi semua perencanaan dengan semua metode.

Prinsip :
Membentuk pertanggung jawab, yaitu : manajemen harus bertanggung jawab secara jelas, adanya pemisahan tugas, prosedur dokumentasi harus dimiliki perusahaan.

Sistem Impress : Sistem yang mencatat pembentukan kas kecil

Sistem Fluktuasi : Sistem yang mencatat semua transaksi kas kecil yang keluar atau masuk

Macam-macam Kas :
1. Uang Kertas
2. Uang logam
3. Cek
4. Simpanan
5. Rekening tabungan

Sistem Informasi Akuntansi

Sistem Informasi Akuntansi adalah suatu sistem dalam organisasi untuk mengolah informasi keuangan yang didapatkan dari eksternal / internal perusahaan.

Sistem Informasi akuntansi memiliki 5 sub, yaitu :
1. Sistem Pengeluaran
2. Sistem Pendapatan
3. Sistem Produksi
4. Sistem Manajemen Sumber Daya
5. Sistem Buku Besar dan Laporan Keuangan

Karakteristik :
1. Sistem Informasi melaksanakan tugas yang diperlukan
2. Pemakaian pada produsen relatif standar
3. Menangani data yang terperinci
4. Sistem informasi berfokus pada historis
5. Menyediakan informasi untuk memecahkan suatu masalah

Prinsip :
1. Adanya kesepakatan biaya
2. Tingkat kegunaan, informasi harus dapat dimengerti
3. Fleksibilitas, sistem infpormasi harus mengubah sesuai dengan berbagai macam pengguna

Komponen :
a. Manusia
b. Transaksi menjadi objek
c. Prosedur
d. Dokumen

Peranan :
1. Memperbaiki kualitas
2. Meningkatkan efisien
3. Berperan dalam penambilan keputusan
4. Keunggulan kompetitif

Golongan Pemakai
1. Internal : Manajemen, manajemen purchasing, manajemen personal, manajemen finansial
2. Eksternal : Pelanggan, pemasok, penganggung saham, karyawan, isntansi pemerintah

Pengembangan Sistem Informasi Akuntansi
1. Analisis
2. Desain
3. Implentasi (penetapan)
4. Menindaklanjuti

Contoh Sistem Informasi Akuntansi :
1. Sistem yang digunakan oleh perusahaan distribusi
2. Semua tagihan akan diproses dengan cara tertentu
3. Bagi pemasaran untuk mempertimbangkan produk baru perusahaan
4. Memproyeksikan perkiraan biaya dan pendapatan yang diperoleh

Kamis, 22 Desember 2016

Manusia dan Harapan

“MANUSIA DAN HARAPAN”





DISUSUN OLEH:
TRIHARIN MULYO SUNDARI SUNDARYO
(17216444)
KELAS: 1EA22

TAHUN PELAJARAN 2016/2017



Manusia dan Harapan
Menurut kodratnya, manusia adalah makhluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu pergaulan hidup, yakni di tengah suatu keluarga atau anggota masyarakat lainnya. Ditengah-tengah manusia itulah, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik/jasmani maupun mental/ spiritualnya.

A.    Pengertian Harapan
Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian, harapan menyangkut masa depan. Setiap manusia mempunyai harapan. Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup dan kemampuan masing-masing.

Harapan harus berdasarkan kepercayaan, baik kepercayaan pada diri sendiri, maupun kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan. Karena usaha dan doa merupakan sarana terkabulnya harapan.

Menurut Abraham Maslow sesuai dengan kodratnya harapan manusia atau kebutuhan manusia itu ialah :
a)     Kelangsungan hidup (survival)
b)     Keamanan (safety)
c)     Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai (be loving and love)
d)     Diakui lingkungan (status)
e)     Perwujudan cita-cita (self actualization)

B.     Sebab-Sebab Manusia Mempunyai Harapan
a)     Dorongan Kodrat
Kodrat ialah sifat, keadaan, atau pembawaan alamiah yang sudah terjelma dalam diri manusia sejak manusia diciptakan oleh Tuhan. Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan.

b)     Dorongan kebutuhan hidup
Kebutuhan hidup manusia secara garis besarnya dapat dibedakan atas : kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani. Kebutuhan jasmanial misalnya ; makan, minum, pakaian, rumah, ketenangan, hiburan, dan keberhasilan.

Untuk memenuhi semua kebutuhan itu manusia bekerja sama dengan mansuaia lain. Hal ini disebabkan, kemampuan manusia sangat terbatas, baik kemampuan fisik /  jasmaniah maupun kemampuan berpikirnya.

Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup itu maka manusia mempunyai harapan. Pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

c)     Kelangsungan hidup (survival)
Untuk kelangsungan hidupnya, manusia membutuhkan sandang,pangan, dan papan (tempat tinggal). Kebutuhan kelangsungan hidup ini terlihat sejak bayi lahir.

Sandang, semula hanya berupa perlindungan /  keamanan, untuk melindungi dirinya dari cuaca. Tetapi dalam perkembangan hidupnya, sandang tidak hanya sebagai perlindungan keamanan, tetapi lebih cenderung kepada kebutuhan lain.

Papan, yang dimaksud adalah tempat tinggal atau rumah. RUmah kebutuhan primer manusia karena berfungsi sebagai tempat berlindung, dari panas, gelap dan lainnya.

Untuk mencukupi kebutuhan sandang, pangan, papan itu, maka manusia sejak kecil telah mulai belajar. Tiap manusia perlu kerja keras dengan harapan apa yang diinginkan : pangan, sandang, dan papan yang layak terpenuhi.

d)     Keamanan
Setiap orang membutuhkan keamanan. Rasa aman tidak harus diwujudkan dengan perlindungan yang nampak, secara moral pun orang lain dapat memberi rasa aman. Dalam hal ini agama sering merupakan cara memperoleh keamanan moril bagi pemiliknya. Walaupun secara fisik keadaannya dalam bahaya, keyakinan bahwa Tuhan memberikan perlindungan berartu sudah memberikan keamanan yang diharapkan.

e)     Hak dan kewajiban mencintai dan dicintai
Tiap orang mempunyai hak dan kewajiban. Dengan pertumbuhan manusia maka tumbuh pula kesadaran akan hak dan kewajiban. Bila seseorang telah menginjak dewasa, maka ia merasa sudah dewasa, sehingga saatnya mempunyai harapan untuk dicintai dan  mencintai.

f)      Status
Setiap manusia membutuhkan status. Siapa, untuk apa, mengapa manusia hidup. Dalam lagu “untuk apa” ada lirik yang berbunyi “aku ini anak siapa, mengapa aku dilahirkan”. Dari lirik tersebut dapat disimpulkan bahwa setiap manusia yang lahri di bumi ini tentu akan bertanya tentang statusnya. Status keberadaannya. Status dalam keluarga, status dalam masyarakat, dan status dalam negara.

Status itu penting, karena dengan status orang tahu siapa dia. Harga diri orang antara lain melekat pada status orang itu. Misalnya ada anak haram, biarpun anak haram itu tingkah lakunyabaik dan tidak berdosa sebab yang berdosa orang tuamua, namun masyarakat tetap memberikan cap yang negatif.

Alangkah kejamnya manusia itu dengan adanya harapan untuk memperoleh status ini berarti orang menguasai hal=k milik nama baik, ingin berprestasi, inginmeningkatkan harga diri, dan sebagainya.

g)     Perwujudan cita-cita
Selanjutnya manusia berharap diakui keberadaannya sesuai dengan keahliannya atau kepangkatannya atau profesinya. Pada saat itu manusia mengembangkan bakatnya atau kepandaiannya agar ia diterima atau diaku kehebatannya.



DAFTAR PUSTAKA

Bab 11, Manusia dan Harapan, Buku Ilmu Budaya Dasar, karya Widyo Nugroho dan Achman Muchji


Manusia dan Pandangan Hidup

“MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP”




DISUSUN OLEH:
TRIHARIN MULYO SUNDARI SUNDARYO
(17216444)
KELAS: 1EA22

TAHUN PELAJARAN 2016/2017



Manusia dan Pandangan Hidup
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Karena pandangan hidup itu bersifat kodrati dan menentukan masa depan seseorang.

A.    Pengertian Pandangan Hidup
Pandangan hidup bukanlah hal yang timbul seketika atau dalam waktu yang singkat saja, melainkan melalui proses waktu yang lama dan terus menerus, sehingga hasil pemikiran itu dapat diuji kenyhataannya. Hasil pemikiran itu dapat diterima oleh akal, shingga diakui kebenarannya. Atas dasar ini manusia menerima hasil pemikiran itu sebagai pegangan, pedoman, arahan, atau petunjuk yang disebut pandangan hidup.
Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pandangan hidup banyak sekali macam dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasarkan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
a.)   Pandangan hdiup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya.
b.)   Pandangan hidup yang berupa ideology yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norma yang terdapat pada negara tersebut.
c.)   Pandangan hdiup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relativ kebenarannya.
Apabila pandangan hidup diterima oleh sekelompok orang sebagai pendukung suatu organisasi maka disbeut ideology. Jika organisasi tersebut bersifat politik, ideologinya disebut ideologi politik. Jika organisasi itu negara maka disebut ideologi negara.
Pandangan hdiup pada dasarnya mempunyai unsur-unsur yaitu cita-cita, kebajikan, usaha, keyakinan/kepercayaan. . Keempat unsur ini merupakan satu rangkaian kesatuan yang tidak terpisahkan. Cita-cita ialah apa yang diinginkan yang mungkin dapat dicapai dengan usaha atau perjuangan. Tujuan yang hendak dicapai ialah kebajikan, yaitu segala hal yang baik yang membuat manusia makmur, bahagia, damai, tentram. Usaha atau perjuangan adalah kerja keras yang dilandasi keyakinan/ kepercayaan. Keyakinan/kepercayaan diukur dengan kemampuan akal, kemampuan jasmani, dan kepercayaan kepada Tuhan.


·        Cita-cita
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Pada umumnya, cita-cita merupakan semacam garis linier yang makin lama makin tinggi dengan perkata lain: cita-cita merupakan keinginan, harapan, dan tujuan manusia yang makin tinggi tingkatannya.
Seseorang dapat mencapai cita-citanya, hal itu bergantung dari tiga faktor. Pertama, manusianya yaitu yang memiliki cita-cita; kedua, kondisi yang dihadapi selama mencapai apa yang dicita-citakan; dan ketiga, seberapa tinggikah cita-cita yang hendak dicapai.

Faktor manusia yang mau mencapai cita-cita ditentukan oleh kualitas manusianya. Ada orang yang tidak berkemauan, sehingga apa yang dicita-citakan hanya merupakan khayalan saja.

Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita, sedangkan yang menghambat merupakan kondisi yang merintangi tercapainya suatu cita-cita.

Faktor tingginya cita-cita yang merupakan faktor ketiga dalam mencapai cita-cita. Memang ada anjuran agar seseorang menggantungkan cita-citanya setinggi bintang di langit. Sementara itu ada lagi anjuran, agar seseorang menempatkan cita-citanya yang sepadan atau sesuai dengan kemmapuannya. Pepatah mengatakan “baying-bayang setinggi badan”, artinya mencapai cita-cita sesuai dengan kemampuan dirinya. Anjuran yang terakhir ini menyebabkan seseorang secara bertahap mencapai apa yang diidam-idamkan. Pada umumnya dilakukan dengan penuh perhitungan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki saat itu serta kondisi yang dilaluinya.

·        Kebajikan
Kebajikan adalah perbuatan yang selaras dengan suara hati kita, suara hati masyarakat dan hukum Tuhan. Kebajikan berarti berkata sopan, santun, berbahasa baik, bertingkah laku baik, ramah tamah terhadap siapapun, berpakaian sopan agar tidak merangsang bagi yang melihatnya.

Kebajikan manusia nyata dan dapat dirasakan dalam tingkah lakunya. Karena tingkah laku bersumber pada pandangan hidup, maka setiap orang memiliki tingkah laku sendiri-sendiri, sehingga tingkah laku seseorang berbeda-beda.

Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal. Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan. Pembawaan merupakan hal yang diturunkan atau dipusakai oleh orang tua.

·        Usaha / Perjuangan
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia harus kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha /  perjuangan. Perjuangan untuk hidup yang sudah menjadi kodrat manusia.

Kerja keras pada dasarnya menghargai dan meningkatkan harkat dan martabat manusia. Sebaliknya, pemalas membuat manusia itu miskin, melarat dan berarti menjatuhkan harkat dan martabatnya sendiri. Karena itu tidak boleh bermalas-malas, bersantai-santai dalam hidup ini. Santai dan istirahat ada waktunya dan manusia mengatur waktunya itu.

Untuk bekerja keras, manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian / ketrampilan.

Karena manusia mempunyai rasa kebersamaan dan belas kasihan antara sesame manusia, maka ketidakmampuan atau kemampuan terbatas yang menimbulkan perbedaan tingkat kemakmuran itu dapat diatasi bersama-sama secara tolong –menolong, bergotong-royong.

·        Keyakinan/ Kepercayaan
Keyakinan/ kepercayaan menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr. Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalism, intelektualisme, dan aliran gabungan.

a.)   Aliran Naturalisme
Aliran Naturalisme berintikan spekulasi, mungkin ada Tuhan mungkin juga tidak ad Tuhan. Lalu mana yang benar? Yang benar adalah keyakinana. Jika kita yakin Tuhan itu ada, maka kita katakana Tuhan ada. Bagi yang tidak yakin, dikatakan TUhan tidak ada yang ada hanya natur.

Bagi yang percaya Tuhan, Tuhan itulah kekuasaan tertinggi. Manusia adalah makhluk ciptaan Tuhan. Karena itu manusia mengabdi kepada Tuhan berdasarkan ajaran Tuhan yaitu agama. Ajaran agama itu ada dua macam, yaitu :
1.      Ajaran agama dogmatis, yang disampaikan Tuhan melalui nabi-nabi. Ajaran agama yang dogmatis bersifat mutlak (absolute), tidak berubah-ubah.
2.      Ajaran agama dari pemuka-pemuka agama, yaitu sebagai hasil pemikiran manusia, sifatnya relatif (terbatas).Sifatnya dapat berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman.

b.)   Aliran Intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir. Mana yang benar menurut akal itulah yang baik, walaupun bertentangan dengan kekuatan hati nurani. Manusia yakin bahwa dengan kekuatan pikir (akal) kebajikan itu dapat dicapai dengan sukses. Dengan akal diciptakan teknologi.

Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup, maka keyakinan manusia itu bermula dari akal. Jadi pandangan hidup ini dilandasi oleh keyakinan kebenaran yang diterima akal. Benar menurut akal itulah yang baik. Manusia yakin bahwa kebajikan hanya dapat diperoleh dengan akal (ilmu dan teknologi). Pandangan hidup ini disebut liberalism. Kebebasan akal menimbulkan kebebasan bertngkah laku dan berbuat, walaupun tingkah laku dan perbuatan itu bertentangan dengan hati nurani. Kebebasan akal lebih ditekankan pada setiap individu. Karena itu individu yang berakal dapat menguasai individu yang berpikir rendah.

c.)   Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal, kekuatan gaib artinya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan, sedangkan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu. Segala sesuatu dinilai dengan akal, baik sebagai logika berpikir maupun sebagai rasa (hati nurani).

Apabila aliran ini dihubungkan dengan pandangan hidup maka akan timbul dua kemungkinan pandangan hidup. Apabila keyakinan lebih berat didasarkan pada logika berpikir, sedangkan hati nurani dinomor duakan, kekuatan gaib dari Tuhan diakui adnaya tetapi tidak menentukan, dan logika berpikir tidak ditekankan pada logika berpikir individu, melainkan logika berpikir kolektif, pandangan hidup ini disebut soisalisme.

Apabila dasar keyakinan itu kekuatan gaib dari Tuhan dan akal, keduanya mendasari keyakinan secara berimbang, logika berpikir baik secara individual maupun secara kolektif pandangan hidup ini disebut sosialisme-religius. Kebajikan yang dikehendaki adalah kebajikan menurut logika berpikir dan dapat diterima oleh hati nurani, semuanya itu berkat karunia Tuhan.


B.     Langkah-langkah Berpandangan Hidup yang Baik
Langkah-langkah berpandangan hidup ini penting, karena hanya dengan mempunyai langkah-langkah itulah kita dapat memperlakukan pandangan hidup sebagai sarana mencdapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai  berikut :

(1)  Mengenal
Mengenal merupakan tahap pertama dari setiap aktivitas hidupnya yang dalam hal ini mengenal apa itu pandangan hidup.Tentunya kita yakin dan sadar bahwa setiap manusia pasti mempunyai pandangan hidup, maka kita dapat memastikan bahwa pandangan hidup itu ada sejak manusia itu ada.

(2)  Mengerti
Tahap kedua adakah mengerti. Mengerti disini dimaksudkan mengerti terhadap pandangan hidup itu sendiri. Mengerti terhadap pandangan hidup disini memegang peranan penting. Karena dengan mengerti, ada kecenderungan mengikuti apa yang terdapat dalam pandangan hidup itu.

(3)  Menghayati
Langkah selanjutnya adalah menghayati pandangan hidup itu. Dengan menghayati pandangan hidup kita memperoleh gambaran yang tepat dan benar mengenai kebenaran pandangan hidup itu sendiri.

Menghayati disini dapat diibaratkan menghayati nilai-nilai yang terkandung didalamnya, yaitu dengan memperluas dan memperdalam pengetahuan mengenai pandangan hidup itu sendiri. Langkah yang dapat ditempuh adalah menganalisa hal-hal yang berhubungan dengan pandangan hidup, bertanya kepada orang yang dianggap lebih tahu dan lebih berpengalaman mengenai isi pandangan hidup itu atau mengenai pandangan hidup itu sendiri. Jadi dengan menghayati pandangan hidup kita akan memperoleh mengenai kebenaran tentang pandangan hidup itu sendiri.

Yang perlu diingat dalam langkah mengerti dan menghayati pandangan hidup yaitu harus ada sikap penerimaan terhadap pandangan hidup itu sendiri. Dengan kata lain langkah mengenai mengeerti pandangan hidup merupakan langkah yang menentukan terhadap langkah selanjutnya.

(4)  Meyakini
Meyakini ini merupakan suatu hal untuk cenderung memperoleh suatu kepastian sehingga dapat mencapai suatu tujuan hidupnya. Dengan meyakini berarti secara langsung ada penerimaan yang ikhlas terhadap pandangan hidup itu. Adanya sikap menerima secara ikhlas ini maka ada kecenderungan untuk selalu berpedoman kepadanya dalam segala tingkah laku dan tindak tanduknya selalu dipengaruhi oleh pandangan hidup yang diyakininya.

(5)  Mengabdi
Pengabdian merupakan sesuatu hal yang penting dalam menghayati dan meyakini sesuatu yang telah dibenarkan dan diterima baik oleh dirinya lebih-lebih oleh orang lain. Dengan mengabdi maka kita akan merasakan manfaatnya dan perwujudan manfaat mengabdi dapat dirasakan oleh pribadi kita sendiri.

Jadi, jika kita sudah mengenal, mengerti, menghayati, dan meyakini pandangan hidup ini, maka selayaknya disertai dengan pengabdian. Dan pengabdian ini hendaknya dijadikan pakaian, baik dalam waktu tentram lebih-lebih bila menghadapi hambatan, tantangan dan sebagainya.

(6)  Mengamankan
Proses mengamankan ini merupakan langkah terakhir. Langkah yang terakhir ini merupakan langkah terberat dan benar-benar membutuhkan iman yang teguh dan kebenaran dalam menanggulangi segala sesuatu demi tegaknya pandangan hidup itu.









DAFTAR PUSTAKA

Bab 8, Manusia dan Pandangan Hidup, Buku Ilmu Budaya Dasar, karya Widyo Nugroho dan Achman Muchji